JURNAL REFLEKSI DUA MINGGUAN KE-1
PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK
MODUL 1.1
Bapak/Ibu guru yang baik, perkenalkan saya adalah calon guru penggerak angkatan ke-5 dari Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan ini saya akan menulis jurnal refleksi dua mingguan pendidikan guru penggerak, periode dua minggu pertama dimulainya pendidikan guru penggerak (18 Mei-4 Juni 2022).
Dalam masa pendidikan ini, calon guru penggerak (selanjutnya saya sebut dengan CGP) mendapat tugas menuliskan refleksi dua mingguan. Menurut saya, tugas ini bagus dan menarik. Dengan melakukan refleksi, saya berlatih untuk memaknai hal-hal yang telah saya lalui per dua minggu. Dengan begitu, berbagai pengalaman dan pengetahuan tidak menguap begitu saja, seperti yang diungkapkan oleh peribahasa Latin: verba volant, scripta manent, yang maknanya kurang lebih: ‘kata-kata lisan terbang, sementara tulisan akan menetap alias abadi’. Refleksi ini bisa menjadi pembelajaran bagi siapa saja, terutama para guru.
CGP bisa memilih berbagai model untuk melakukan refleksi. (Bahkan, dari cara melakukan refleksi ini saja saya sudah mendapatkan pengetahuan baru!) Saya pilih model yang gue banget dulu hee: Facts, Feelings, Findings, Future.
Facts
Pendidikan CGP Angkatan ke-5 ini dibuka oleh Mas Menteri pada Rabu, 18 Mei 2022, pukul 10.30-12.00. Saya mengikuti acara pembukaan melalui Youtube. Saya menjadi bagian dari 50 guru di Kota Yogyakarta yang terpilih mengikuti pendidikan CGP. Jujur, dari awal mendengar istilah guru penggerak saya sudah penasaran. Siapakah itu guru penggerak? Apakah saya termasuk guru yang harus digerakkan atau guru yang bisa menggerakkan? Rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan itu segera akan terjawab.
Setelah seremoni pembukaan, CGP mengikuti kegiatan orientasi dan penjelasan teknis. Saat itu, saya tidak bisa fokus mengikutinya karena saya sedang mempersiapkan administrasi ASPD. Saya sedikit terbantu saat LMS belum siap diakses. Setelah LMS sudah bisa diakses, saya bersyukur ternyata ada panduan dan simulasi aktivitas yang lengkap dalam LMS. Selain itu, CGP juga akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan pengajar praktik. Beliau semuanya membantu para CGP menjalani semua aktivitas di dunia maya maupun dunia nyata hee...
Agenda berikutnya adalah CGP mengikuti acara Lokakarya Orientasi. Acara lokakarya diadakan pada Sabtu, 21 Mei 2022 di Hotel The Alana Malioboro, pukul 07.30-17.00. CGP mendapat kesempatan berkenalan dengan para CGP lain se-Kota Yogyakarta dan berkenalan dengan Pengajar Praktik. Oya, Lokakarya Orientasi ini juga ditujukan kepada kepala sekolah masing-masing CGP. Saya sangat berterima kasih di sela kesibukannya, kepala sekolah saya Ibu Hindun Yafa Chotijah, M.Pd. berkenan hadir dan mengikuti lokakarya orientasi. Dan karena dari sekolah saya, SD Muhammadiyah Kleco 1, terdapat CGP lain, yaitu Ibu Etik Jaryanti, S.Pd., maka ada guru lain yang ditunjuk untuk mendampingi Bu Etik mengikuti orientasi Pendidikan Guru Penggerak, yaitu Ibu Dwi Linna Wijayanti, S.Pd.

Dari ki-ka: Bu Hindun, Bu Etik, Bu Yayan, Bu Dwi

CGP.5.006 Kelompok C2 dengan Bu Artha
Dalam permulaan pendidikan ini, dalam dua minggu ini, saya masih keteteran dalam mengatur waktu. Terlebih saya terlibat dalam pelaksanaan ASPD dan berbagai hal yang berhubungan dengan kelulusan siswa kelas 6. Selain itu, saya juga mendapat tugas untuk mempersiapkan syarat-syarat komponen penilaian akreditasi sekolah.
Feelings
Dalam dua minggu mengikuti permulaan pendidikan, berbagai perasaan berkecamuk dalam diri saya: senang, antusias, waswas tidak bisa melaksanakan tugas, sekaligus merasa insecure karena CGP lain begitu hebat dan bergerak cepat. Perasaan saya ini bisa saja juga dirasakan oleh siswa saya di kelas. Ada yang gembira, ada yang minder, ada yang waswas, dll. Saya merasa penting dan perlu melakukan pendeteksian kesiapan siswa saya untuk tahun ajaran baru nanti, lebih tepatnya melakukan asesmen diagnostik nonkognitif. Atau, saya perlu meminta siswa kelas 6 tahun ajaran ini memberikan refleksi selama mengikuti pembelajaran dengan saya supaya saya bisa memperbaiki kekurangan saya.
Findings
Pembelajaran yang saya dapatkan dalam dua minggu ini adalah saya bisa mewujudkan wishlist saya untuk mempelajari pemikiran Bapak Pendidikan Nasional dengan cara “dipaksa”. Begini, sudah lama sejak menjadi guru, saya ingin membaca buku yang berisi pemikiran Ki Hajar, tetapi belum juga terwujud. Mungkin karena saya tidak berusaha mewujudkan dengan usaha yang keras. Nah, karena materi Modul 1 itu tentang pemikiran KHD, akhirnya keinginan saya bisa terwujud. Daaan, setelah mempelajarinya, saya menemukan diri saya ternyata saya banyak tidak tahu, saya banyak kekurangan, dan saya harus banyak belajar. Pemikiran KHD membuka mata bahwa banyak hal yang harus saya perbaiki dalam cara saya mendidik anak-anak. Dalam mendidik anak itu, guru adalah pamong yang bersikap menuntun sesuai kodrat anak, harus sesuai kodrat alam dan zaman, berhamba pada murid, dan sebagainya.
Selain tentang konsep-konsep pendidikan itu, pembelajaran yang saya dapatkan adalah saya jadi belajar membuat berbagai macam media untuk menyampaikan konten-konten tugas dalam CGP. Saya dipaksa untuk menerapkan learning by doing dengan cepat.
Future
Baru dua minggu saja dalam mengikuti pendidikan, saya sudah banyak belajar. Pembelajaran ini sangat menguntungkan bagi saya. Pengetahuan dan keterampilan saya yang baru, bisa saya terapkan dalam melaksanakan pembelajaran dan dalam membuat media pembelajaran bagi siswa nantinya.
Selain itu, saya juga harus senantiasa belajar. Sebagai seorang guru, saya harus memutakhirkan ilmu pengetahuan sesuai kodrat alam dan kodrat zaman siswa supaya saya tidak ketinggalan zaman.
Demikian yang bisa saya refleksikan dari pengalaman dua minggu ini. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik.
Salam guru penggerak: tergerak, bergerak, menggerakkan!
Yayan Rika Harari
Calon Guru Penggerak Angkatan ke-5 dari Kota Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar