KONEKSI ANTARMATERI
KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1
FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA
Salam guru penggerak: tergerak, bergerak, menggerakkan.
Bapak ibu guru yang baik, dalam kesempatan ini saya akan memaparkan keterkaitan antarmateri, refleksi, dan simpul-simpul pemikiran Ki Hadjar Dewantara.
A. SEBELUM MEMPELAJARI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
Sebelum mempelajari pemikiran Ki Hadjar Dewantara, sebagai guru, saya cenderung memahami siswa dan pembelajaran sebagai berikut.
TENTANG SISWA
1. Siswa adalah objek yang harus diberi pendidikan/pelajaran, dengan porsi yang telah ditetapkan.
2. Kemampuan siswa di berbagai bidang dapat ditargetkan untuk mencapai tingkat standar tertentu.
3. Siswa adalah anak yang harus menguasai semua pelajaran demi masa depannya (tanpa benar-benar mengenali/memperhitungkan masa depan/zaman seperti apa yang dihadapinya).
TENTANG PEMBELAJARAN
1. Penyampaian dan penerimaan materi pelajaran adalah inti pembelajaran.
2. Memaksakan siswa menuntaskan materi pelajaran dan mencapai standar penerimaan tertentu
3. Cenderung menyelenggarakan proses pembelajaran dengan rujukan pada zaman (dahulu) ketika saya masih sekolah.
TENTANG HASIL PEMBELAJARAN
1. Tingginya penguasaan materi akademik/kognitif adalah ukuran nyata keberhasilan pembelajaran
2. Ketuntasan penyampaian materi dan pencapaian nilai standar minimal adalah target
3. Keberhasilan siswa meraih nilai-nilai akademik dan prestasi lain secara formal saya anggap sebagai keberhasilan pembelajaran tanpa melihat apakah relevansi semua pencapaian itu dengan tuntutan zaman siswa.
B. SETELAH MEMPELAJARI KONSEP DAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
TENTANG SISWA
1. Siswa adalah subjek/pokok pendidikan/pembelajaran. Merekalah yang “menentukan” apa yang akan mereka pelajari
2. Siswa memiliki sifat dasar (kodrat alam) yang istimewa, berbeda antara satu dengan yang lain.
3. Siswa adalah anak terlahir dan tumbuh pada zamannya sendiri, ia harus tumbuh sesuai dengan spirit dan tuntutan zamannya.
PEMBELAJARAN
1. Upaya menuntun siswa menemukan, mengelola, dan mengembangkan kodrat alamnya adalah inti dari pendidikan.
2. Memberikan kesempatan, fasilitas, dukungan agar siswa dapat menemukan dan menumbuhkan kemampuan terbaiknya.
3. Menyelenggarakan proses pembelajaran dengan mempertimbangkan tuntutan zaman siswa. Misalnya: literasi digital untuk anak zaman sekarang.
TENTANG HASIL PEMBELAJARAN
1. Keberhasilan siswa menangkap arahan pendidik dan menindaklanjutinya secara kreatif, autentik (dengan caranya sendiri) adalah ukuran keberhasilan pembelajaran/pendidikan.
2. Keberhasilan siswa mewujudkan secara optimal potensi istimewa dan tumbuhnya budi pekerti luhur adalah pencapaian pembelajaran/pendidikan terbaik.
3. Keberhasilan siswa dalam mewujudkan kecakapan diri dan sikap yang tanggap atau mampu menjawab tantangan zamannya adalah ukuran keberhasilan pembelajaran.
C. UPAYA PENERAPAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
1. Mengetahui latar belakang dan karakter siswa.
2. Melakukan pendekatan emosional kepada siswa dan orang tua.
3. Merancang pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.
4. Membuka ruang dan kesempatan pada siswa untuk menemukan dan mengembangkan sifat-sifat baik yang dimilikinya, juga bakat, minat, serta kreativitasnya.
5. Melakukan pembiasaan, penguatan karakter sehingga mewujud sebagai budi pekertinya secara berkelanjutan.
6. Berusaha menjadi teladan, memberi semangat dan dorongan kepada siswa untuk terus membangun dan mendidik diri sendiri.
Para guru dan calon guru penggerak, berbekal spirit dan gagasan-gagasan Ki Hadjar Dewantara itu mari kita terus bergerak sekuat daya kita membangun (kembali) dan mewujudkan sistem dan kultur pendidikan yang semakin baik, mampu menanggapi pergerakan zaman tanpa kehilangan berkepribadian kita sebagai bangsa Indonesia.
Salam guru penggerak!
Yayan Rika Harari
Calon Guru Penggerak Angkatan 5
Kota Yogyakarta




Tidak ada komentar:
Posting Komentar