Jumat, 26 Agustus 2022

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.4

 

 

 

 

 

KONEKSI ANTARMATERI

MODUL 1.1 – 1.4

 


 MODUL 1.1

 FILOSOFI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

Menurut Ki Hadjar Dewantara tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang terdapat pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi mungkin baik sebagai (pribadi) manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

 

Dengan demikian, guru berperan sekadar sebagai penuntun bagi bertumbuh dan hidupnya kodrat anak sehingga anak dapat memperbaiki lakunya. Guru atau pendidik harus ingat bahwa pendidikan pada hakikatnya menuntut anak agar mencapai kodratnya sesuai alam dan zaman.


 

MODUL 1.2

NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Berpijak pada filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara maka seorang guru harus mengukuhi nilai-nilai dan mengambil peran sebagai berikut.

 

                 





 

 

MODUL 1.3

VISI GURU PENGGERAK

Mendidik dan mengarahkan manusia tidaklah untuk kepentingan jangka pendek, apalagi sesaat. Tugas mendidik memilik jangkauan jauh ke depan. Oleh karena itu, guru harus memiliki visi tentang pertumbuhan murid-muridnya. Visi inilah yang menjadi bintang penunjuk arah bagi guru dalam menyusun program dan strategi pembelajarannya. Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan langkah-langkah nyata yang diturunkan dari metode inkuiri apresiatif melalui tahapan B-A-G-J-A.


 

 MODUL 1.4

 BUDAYA POSITIF

 

Ki Hadjar Dewantara berpendapat bahwa untuk dapat memunculkan murid yang merdeka, mampu dan cakap memimpin diri sendiri, syaratnya ialah adanya motivasi internal dan kedisiplinan diri. Dengan demikian, si murid akan bisa mengendalikan perilaku dalam rangka memegangi nilai-nilai   kebajikan utama.

        Disiplin itu disebut sebagai disiplin positif yang merupakan unsur utama dalam terwujudkannya budaya positif. Lebih jauh, budaya positif ini akan menumbuhkan rasa aman dan nyaman dalam proses pembelajaran. Disiplin positif dengan demikian merupakan suatu pendekatan dalam mendidik.

 

Motivasi dalam Disiplin Positif

Dianne Gossen menyatakan ada tiga motivasi perilaku manusia: (1) menghindari ketidaknyamanan; (2) mendapatkan imbalan dari pihak lain; (3) mewujudkan diri sesuai idealitas yang dimilikinya. Disiplin positif tumbuh oleh motivasi yang terakhir ini,

 

Kontrol dan Disiplin Positif

Alfie Kohn menyatakan bahwa penghargaan dan hukuman adalah cara-cara untuk mengontrol (dalam rangka mendisiplinkan) perilaku seseorang. Menurutnya cara-cara ini bisa menghancurkan potensi pembelajaran seseorang. Mereka tidak akan dapat belajar dengan baik jika tanpa ada hukuman dan penghargaan. Oleh karena itu, menurut Kohn, harus dipahamkan bahwa kesempatan dan tindakan belajar itu sendiri sebenarnya merupakan penghargaan.

 

Kontrol Guru

Gossen menyebutkan ada lima posisi kontrol yang bisa ditempati oleh guru guna mendisiplinkan murid, yaitu

(1) penghukum

(2) pembuat rasa bersalah

(3) teman

(4) pemantau

(5) manajer.

 

Kebutuhan Dasar Manusia

Ada lima kebutuhan dasar manusia, yaitu (1) bertahan hidup, (2) kasih sayang dan rasa diterima, (3) kebebasan, (4) kesenangan, dan (5) penguasaan.

 

Keyakinan Kelas  

Keyakinan merupakan salah satu motivasi internal yang kuat dalam membangun disiplin. Untuk itu, kelas juga harus memiliki keyakinannya agar siswa lebih mudah untuk membangun disiplin.

Adapun hal-hal penting seputar pembentukan keyakinan kelas (KK) adalah sebagai berikut:

(1) KK adalah hal yang abstrak, bukan rincian aturan.

(2) KK bersifat universal

(4) KK dibuat dalam bentuk positif

(5) KK dibuat secara singkat

(6) KK dapat diterapkan

(7) KK bisa dintinjau kembali.

 

Segitiga Restituti

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka bisa kembali pada kelompok dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga merupakan suatu kolaborasi yang mengajarkan murid untuk mencari sosulsi bagi masalah mereka, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain.


A. Pemikiran Reflektif Terkait Pengalaman Belajar

Mempelajari materi di Modul 1.4 tentang Budaya Positif ini saya mendapat banyak pencerahan, terutama terkait dengan posisi kontrol guru. Meninjau kembali apa yang saya lakukan di kelas terhadap murid-murid saya,ternyata saya pernah berada dalam lima posisi kontrol tersebut. Menyadari dampak dari perlakuan saya terhadap murid, saya merasa bersalah karena kadang saya salah menempatkan diri. Terkadang saya berada dalam posisi penghukum dan pembuat rasa bersalah. Namun, selain itu saya pun sering berada dalam posisi teman dan manajer. Dengan pencerahan yang saya terima ini, saya akan berusaha mengontrol diri dan menempatkan diri sebagai manajer. Sebenarnya ini juga mendidik dan membuat saya harus lebih fokus supaya tidak melakukan kesalahan yang sama.

 

B. Analisis untuk Implementasi dalam Konteks CGP

Dalam mempelajari modul ini pun, juga timbul pertanyaan dan keraguan terkait dengan usaha mendisiplinkan murid tanpa hadiah dan hukuman. Saya sependapat bahwa adanya hadiah dan hukuman itu tidak akan membentuk karakter murid yang jangka panjang. Namun, memang perlu berproses dan memerlukan waktu yang tidak singkat untuk bisa “menemukan” cara yang tepat untuk bisa mengarahkan murid bisa mewujudkan keyakinan kelas maupun keyakinan pribadi. Selain itu, diperlukan kerja sama dan sinergi dengan orang tua atau keluarga dalam memperlakukan murid. Bila sudah ada kesepahaman dan kesamaan perlakuan, insya Allah proses yang lama itu bisa dipangkas.

 

C. Membuat Keterhubungan

Pengalaman saya pribadi pada masa lalu, adanya hadiah dan hukuman menjadi kontrol tingkah laku saya. Dan saya pernah menerapkan adanya hadiah untuk murid yang melakukan hal baik atau membuat prestasi. Terkait hukuman, saya terapkan dalam rangka menegakkan kesepakatan kelas. Bila ada murid melakukan kesalahan, saya sebenarnya sudah menerapkan segitiga restitusi, hanya saja waktu itu saya tidak tahu istilahnya. Untuk ke depannya, karena sudah mempunyai pengetahuan yang lebih baik, insya Allah saya akan menerapkannya dengan lebih baik. Terkait dengan pembentukan budaya positif, saya sudah merintis mengimbaskannya kepada rekan-rekan guru lain meskipun tidak secara formal.

 



 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.4

          KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.1 – 1.4    MODUL 1.1  FILOSOFI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA Menurut Ki Hadjar Dewantara ...