Sabtu, 18 Juni 2022

Koneksi Antarmateri – Modul 1.2

 

Setelah saya menjalani pembelajaran dari Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya (model refleksi 4P).

Peristiwa

Dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2, momen yang paling penting dan mencerahkan bagi saya adalah saat mempelajari filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Filosofi tersebut harus kita pegang dalam menjalankan peran sebagai pendidik. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya itu. Menurut Ki Hajar Dewantara, peralatan pendidikan adalah memberi contoh, pembiasaan, pengajaran, perintah; paksaan; dan hukuman, tindakan, serta pengalaman lahir dan batin.

Kaitan

Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya pahami adalah untuk bisa mewujudkan peran pendidik yang bisa menuntun tumbuhnya kekuatan kodrat anak adalah dengan menjalankan nilai-nilai dan peran guru penggerak.

Perasaan

Perasaan saya adalah saya merasa malu pada diri sendiri karena jauh dari peran pendidik ideal seperti yang disampaikan oleh KHD. Saya berharap bisa menjadi pendidik yang lebih baik dalam menuntun anak-anak sesuai kekuatan kodratnya.

Pembelajaran

Sebelum momen tersebut terjadi, saya menyadari dalam menjalankan tugas lebih berorientasi pencapaian target dalam prota-prosem dan pencapaian kriteria ketuntasan minimal. Setelah mempelajari modul 1.1 dan modul 1.2, saya berpikir bahwa saya harus meningkatkan proses pembelajaran yang lebih berpihak pada murid sesuai kekuatan kodratnya.

Penerapan

Penerapan ke depan (rencana) saya adalah merefleksi diri, merancang dan menjalankan proses pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak, meningkatkan keterampilan diri terutama penguasaan IT, meningkatkan kolaborasi dengan teman sejawat maupun wali murid, serta mendorong aktifnya komunitas praktisi di lingkungan sekolah.

Sabtu, 04 Juni 2022

JURNAL REFLEKSI DUA MINGGUAN KE-1

 

JURNAL REFLEKSI DUA MINGGUAN KE-1

PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK

MODUL 1.1

 

Bapak/Ibu guru yang baik, perkenalkan saya adalah calon guru penggerak angkatan ke-5 dari Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan ini saya akan menulis jurnal refleksi dua mingguan pendidikan guru penggerak, periode dua minggu pertama dimulainya pendidikan guru penggerak (18 Mei-4 Juni 2022).

Dalam masa pendidikan ini, calon guru penggerak (selanjutnya saya sebut dengan CGP) mendapat tugas menuliskan refleksi dua mingguan. Menurut saya, tugas ini bagus dan menarik. Dengan melakukan refleksi, saya berlatih untuk memaknai hal-hal yang telah saya lalui per dua minggu. Dengan begitu, berbagai pengalaman dan pengetahuan tidak menguap begitu saja, seperti yang diungkapkan oleh peribahasa Latin: verba volant, scripta manent, yang maknanya kurang lebih: ‘kata-kata lisan terbang, sementara tulisan akan menetap alias abadi’. Refleksi ini bisa menjadi pembelajaran bagi siapa saja, terutama para guru.

CGP bisa memilih berbagai model untuk melakukan refleksi. (Bahkan, dari cara melakukan refleksi ini saja saya sudah mendapatkan pengetahuan baru!) Saya pilih model yang gue banget dulu hee: Facts, Feelings, Findings, Future.

Facts

Pendidikan CGP Angkatan ke-5 ini dibuka oleh Mas Menteri pada Rabu, 18 Mei 2022, pukul 10.30-12.00. Saya mengikuti acara pembukaan melalui Youtube. Saya menjadi bagian dari 50 guru di Kota Yogyakarta yang terpilih mengikuti pendidikan CGP. Jujur, dari awal mendengar istilah guru penggerak saya sudah penasaran. Siapakah itu guru penggerak? Apakah saya termasuk guru yang harus digerakkan atau guru yang bisa menggerakkan? Rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan itu segera akan terjawab.

Setelah seremoni pembukaan, CGP mengikuti kegiatan orientasi dan penjelasan teknis. Saat itu, saya tidak bisa fokus mengikutinya karena saya sedang mempersiapkan administrasi ASPD. Saya sedikit terbantu saat LMS belum siap diakses. Setelah LMS sudah bisa diakses, saya bersyukur ternyata ada panduan dan simulasi aktivitas yang lengkap dalam LMS. Selain itu, CGP juga akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan pengajar praktik. Beliau semuanya membantu para CGP menjalani semua aktivitas di dunia maya maupun dunia nyata hee...

Agenda berikutnya adalah CGP mengikuti acara Lokakarya Orientasi. Acara lokakarya diadakan pada Sabtu, 21 Mei 2022 di Hotel The Alana Malioboro, pukul 07.30-17.00. CGP mendapat kesempatan berkenalan dengan para CGP lain se-Kota Yogyakarta dan berkenalan dengan Pengajar Praktik. Oya, Lokakarya Orientasi ini juga ditujukan kepada kepala sekolah masing-masing CGP. Saya sangat berterima kasih di sela kesibukannya, kepala sekolah saya Ibu Hindun Yafa Chotijah, M.Pd. berkenan hadir dan mengikuti lokakarya orientasi. Dan karena dari sekolah saya, SD Muhammadiyah Kleco 1, terdapat CGP lain, yaitu Ibu Etik Jaryanti, S.Pd., maka ada guru lain yang ditunjuk untuk mendampingi Bu Etik mengikuti orientasi Pendidikan Guru Penggerak, yaitu Ibu Dwi Linna Wijayanti, S.Pd.

 

Dari ki-ka: Bu Hindun, Bu Etik, Bu Yayan, Bu Dwi

 

CGP.5.006 Kelompok C2 dengan Bu Artha

Dalam permulaan pendidikan ini, dalam dua minggu ini, saya masih keteteran dalam mengatur waktu. Terlebih saya terlibat dalam pelaksanaan ASPD dan berbagai hal yang berhubungan dengan kelulusan siswa kelas 6. Selain itu, saya juga mendapat tugas untuk mempersiapkan syarat-syarat komponen penilaian akreditasi sekolah.

Feelings

Dalam dua minggu mengikuti permulaan pendidikan, berbagai perasaan berkecamuk dalam diri saya: senang, antusias, waswas tidak bisa melaksanakan tugas, sekaligus merasa insecure karena CGP lain begitu hebat dan bergerak cepat. Perasaan saya ini bisa saja juga dirasakan oleh siswa saya di kelas. Ada yang gembira, ada yang minder, ada yang waswas, dll. Saya merasa penting dan perlu melakukan pendeteksian kesiapan siswa saya untuk tahun ajaran baru nanti, lebih tepatnya melakukan asesmen diagnostik nonkognitif. Atau, saya perlu meminta siswa kelas 6 tahun ajaran ini memberikan refleksi selama mengikuti pembelajaran dengan saya supaya saya bisa memperbaiki kekurangan saya.

Findings

Pembelajaran yang saya dapatkan dalam dua minggu ini adalah saya bisa mewujudkan wishlist saya untuk mempelajari pemikiran Bapak Pendidikan Nasional dengan cara “dipaksa”. Begini, sudah lama sejak menjadi guru, saya ingin membaca buku yang berisi pemikiran Ki Hajar, tetapi belum juga terwujud. Mungkin karena saya tidak berusaha mewujudkan dengan usaha yang keras. Nah, karena materi Modul 1 itu tentang pemikiran KHD, akhirnya keinginan saya bisa terwujud. Daaan, setelah mempelajarinya, saya menemukan diri saya ternyata saya banyak tidak tahu, saya banyak kekurangan, dan saya harus banyak belajar. Pemikiran KHD membuka mata bahwa banyak hal yang harus saya perbaiki dalam cara saya mendidik anak-anak. Dalam mendidik anak itu, guru adalah pamong yang bersikap menuntun sesuai kodrat anak, harus sesuai kodrat alam dan zaman, berhamba pada murid, dan sebagainya.

Selain tentang konsep-konsep pendidikan itu, pembelajaran yang saya dapatkan adalah saya jadi belajar membuat berbagai macam media untuk menyampaikan konten-konten tugas dalam CGP. Saya dipaksa untuk menerapkan learning by doing dengan cepat.

Future

Baru dua minggu saja dalam mengikuti pendidikan, saya sudah banyak belajar. Pembelajaran ini sangat menguntungkan bagi saya. Pengetahuan dan keterampilan saya yang baru, bisa saya terapkan dalam melaksanakan pembelajaran dan dalam membuat media pembelajaran bagi siswa nantinya.

Selain itu, saya juga harus senantiasa belajar. Sebagai seorang guru, saya harus memutakhirkan ilmu pengetahuan sesuai kodrat alam dan kodrat zaman siswa supaya saya tidak ketinggalan zaman.

 

Demikian yang bisa saya refleksikan dari pengalaman dua minggu ini. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik.

Salam guru penggerak: tergerak, bergerak, menggerakkan!

 

Yayan Rika Harari

Calon Guru Penggerak Angkatan ke-5 dari Kota Yogyakarta

Kamis, 02 Juni 2022

KONEKSI ANTARMATERI KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

 

KONEKSI ANTARMATERI

KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1

FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA

 

Salam guru penggerak: tergerak, bergerak, menggerakkan.

Bapak ibu guru yang baik, dalam kesempatan ini saya akan memaparkan keterkaitan antarmateri, refleksi, dan simpul-simpul pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

 

A. SEBELUM MEMPELAJARI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

Sebelum mempelajari pemikiran Ki Hadjar Dewantara, sebagai guru, saya cenderung memahami siswa dan pembelajaran sebagai berikut.

 

TENTANG SISWA

 


 

1. Siswa adalah objek yang harus diberi pendidikan/pelajaran, dengan porsi yang telah ditetapkan.

2. Kemampuan siswa di berbagai bidang dapat ditargetkan untuk mencapai tingkat standar tertentu.

3. Siswa adalah anak yang harus menguasai semua pelajaran demi masa depannya (tanpa benar-benar mengenali/memperhitungkan masa depan/zaman seperti apa yang dihadapinya).

 

 

TENTANG PEMBELAJARAN

 


 

1.  Penyampaian dan penerimaan materi pelajaran adalah inti pembelajaran.

2. Memaksakan siswa menuntaskan materi pelajaran dan mencapai standar penerimaan tertentu

3. Cenderung menyelenggarakan proses pembelajaran dengan rujukan pada zaman (dahulu) ketika saya masih sekolah.

 

TENTANG HASIL PEMBELAJARAN 

 

1. Tingginya penguasaan materi akademik/kognitif adalah ukuran nyata keberhasilan pembelajaran

2. Ketuntasan penyampaian materi dan pencapaian nilai standar minimal adalah target

3. Keberhasilan siswa meraih nilai-nilai akademik dan prestasi lain secara formal saya anggap sebagai keberhasilan pembelajaran tanpa melihat apakah relevansi semua pencapaian itu dengan tuntutan zaman siswa.

 

B. SETELAH MEMPELAJARI KONSEP DAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

 

TENTANG SISWA

 


 

1. Siswa adalah subjek/pokok pendidikan/pembelajaran. Merekalah yang “menentukan” apa yang akan mereka pelajari

2. Siswa memiliki sifat dasar (kodrat alam) yang istimewa, berbeda antara satu dengan yang lain.

3. Siswa adalah anak terlahir dan tumbuh pada zamannya sendiri, ia harus tumbuh sesuai dengan spirit dan tuntutan zamannya.

 

PEMBELAJARAN

 


 

 

1. Upaya menuntun siswa menemukan,  mengelola, dan mengembangkan kodrat alamnya adalah inti dari pendidikan. 

2. Memberikan kesempatan, fasilitas, dukungan agar siswa dapat menemukan dan menumbuhkan kemampuan terbaiknya.

3. Menyelenggarakan proses pembelajaran dengan mempertimbangkan tuntutan zaman siswa. Misalnya: literasi digital untuk anak zaman sekarang.

 

TENTANG HASIL PEMBELAJARAN

1. Keberhasilan siswa menangkap arahan pendidik dan menindaklanjutinya secara kreatif, autentik (dengan caranya sendiri) adalah ukuran keberhasilan pembelajaran/pendidikan.

2. Keberhasilan siswa mewujudkan secara optimal potensi istimewa dan tumbuhnya budi pekerti luhur adalah pencapaian pembelajaran/pendidikan terbaik.

3. Keberhasilan siswa dalam mewujudkan kecakapan diri dan sikap yang tanggap atau mampu menjawab tantangan zamannya adalah ukuran keberhasilan pembelajaran.

 

C. UPAYA PENERAPAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

1. Mengetahui latar belakang dan karakter siswa.

2. Melakukan pendekatan emosional kepada siswa dan orang tua.

3. Merancang pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.

4. Membuka ruang dan kesempatan pada siswa untuk menemukan dan mengembangkan sifat-sifat baik yang dimilikinya, juga bakat, minat, serta kreativitasnya.

5. Melakukan pembiasaan, penguatan karakter sehingga mewujud sebagai budi pekertinya secara berkelanjutan.

6. Berusaha menjadi teladan, memberi semangat dan dorongan kepada siswa untuk terus membangun dan mendidik diri sendiri.

Para guru  dan calon guru penggerak, berbekal spirit dan gagasan-gagasan Ki Hadjar Dewantara itu mari kita terus bergerak sekuat daya kita membangun (kembali) dan mewujudkan sistem dan kultur pendidikan yang semakin baik, mampu menanggapi pergerakan zaman tanpa kehilangan berkepribadian kita sebagai bangsa Indonesia.

 

Salam guru penggerak!

Yayan Rika Harari

Calon Guru Penggerak Angkatan 5

Kota Yogyakarta

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.4

          KONEKSI ANTARMATERI MODUL 1.1 – 1.4    MODUL 1.1  FILOSOFI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA Menurut Ki Hadjar Dewantara ...